Telur Misterius

Bagikan artikel ini:

Pagi itu Sabil dan teman-temannya berada di tepian hutan. Mereka sedang mencari makanan. Sudah berjam-jam mencari makanan, tetapi belum dapat.

Sabil adalah semut kecil yang lincah. Dia ditemani oleh kancil yang bernama Karim. Ada juga burung pipit yang lucu bernama Laila. Masih ada lagi teman Sabil si laba-laba imut yang bernama Hasan dan jangkrik kecil bernama Jinang.

Mereka terhenti di bawah pohon besar. Perjalanan kelima binatang yang bersahabat itu terhenti. Di depan mereka terbentang rawa-rawa.

“Hmm … Kita tidak bisa menerjang rawa-rawa ini, Sabil. Tanahnya berlumpur,” keluh Kancil Karim.

“Benar, berbahaya kalau terus berjalan ke sana,” sahut Sabil.

Sreek..! Sreeek!!

“Sst.. dengar, ada suara dari sana,” kata Jinang.

Mereka serentak menoleh ke sisi kanan, terlihat rumput dan semak-semak bergoyang.

“Haah! A-apa, ituuu?” seru Hasan ketakutan.

“Tenang, teman-teman. Laila, coba terbang mendekat ke sana,” pinta Sabil.

Tak seperti biasanya, Laila menggeleng cepat.

“Aku tidak mau. Siapa tahu di balik semak itu ada hewan berbahaya?” jawab Laila.

“Baiklah, aku akan berhati-hati mendekati semak itu,” kata Sabil.

“Hati-hati, Sabil,” kata Karim.

Sabil berjalan pelan mendekati semak-semak. Ia menyibak daun dan ranting, daan…

“A-apa, ituuu? Besar sekali!” seru Sabil.

Setelah melihat Sabil berhasil mendekati semak-semak, Laila terbang menyusul. Lalu Karim, Jinang, dan Hasan mengikuti mereka.

Karim mengendus-endus telur itu. Sementara yang lain mengamati dengan seksama. Mereka belum pernah melihat telur sebesar itu.

“Ini telur apa, ya? Besar sekali,” kata Sabil

“Iya, besar sekali. Lebih besar dari telur saudara-saudaraku,” sahut Laila.

Mereka berlima mengamati dengan teliti telur raksasa. Tapi mereka tidak berani menyentuhnya.

Tiba-tiba Karim teringat sesuatu.

“Oh, aku ingat. Dulu aku pernah diajak berpetualang ke tepi hutan. Di sana ada satu atau dua rumah penduduk. Mereka memelihara ayam. Nah, ayamnya memiliki telur,” kata Karim.

“Oh, berarti ini telur ayam?” tanya Sabil.

“Bisa jadi. Tapi, kok, lebih kecil, ya?” kata Karim dengan keraguan.

“Hah?! Ini sangat besar, Karim. Memangnya telur ayam yang kamu lihat itu sebesar apa?” tanya Laila.

Sreeek! Sreeek!

Kelima sahabat itu kembali terdiam. Napas mereka berdetak kencang. Suara apa itu?

Keterkejutan mereka kian bertambah tatkala suara langkah itu semakin mendekat.

“Haah …!” mereka berlima berteriak bersamaan.

Ada seekor ayam hutan yang mendekati mereka. Ayam itu berbulu hitam sangat legam dan berkilau. Di bagian kepalanya ada jengger merah. Sementara kakinya agak pendek dan berwarna hitam.

Begitu mengetahui yang dituju si ayam hutan adalah telur itu, maka Sabil dan teman-temannya beranjak menjauh. Ayam hutan yang mendekati telur itu tiba-tiba mematuk telurnya.

“Kukuruyuuuk!” setelah berkokok panjang, Ayam itu pergi meninggalkan telur.

Sabil dan teman-temannya keheranan dengan perilaku si ayam hutan.

“Kenapa begitu, ya? Apa itu bukan telurnya?” tanya Sabil.

“Sepertinya telur dia, Sabil. Tapi biasannya kalau unggas bertelur dan telurnya itu rusak atau ke depan tidak bisa menetas, unggas itu sudah tahu. Makanya telur dibiarkan saja. Tidak ditetaskan,” jelas Laila.

Teman-teman Sabil manggut-manggut mendengar penjelasan Laila. Mereka pun hendak melanjutkan perjalanan. Namun, Sabil masih enggan. Dia merasa ada sesuatu di balik telur itu.

“Tapi apa, ya?” kata Sabil sambil menerawang.

Teman-teman Sabil keheranan melihat Sabil berbicara sendiri. Mereka akhirnya kembali mendekati Sabil.

“Sabil, telur itu bisa buat stok makanan di sarangmu,” kata Karim.

“Oh iya, betul. Aku berpikir dari tadi, apa yang harus aku lakukan dengan telur ini? Terima kasih, Karim,” jawab Sabil.

Sabil segera memanggil teman-teman koloninya menggunakan kode. Tak berselang lama, semut-semut berdatangan. Mereka bahu membahu untuk memindahkan telur itu ke dalam sarangnya.

Sabil, Karim, Laila, Hasan, dan Jinang juga turut membantu koloni semut membawa telur ke sarang di bawah pohon.

Sekian.
Penulis: Sunarti
Editor: Ummik Gufy

Bagikan artikel ini:

Baca Juga